Information to be updated
Dalam proses produksi alat penyebar aromaterapi (Reed Diffuser), bahan baku berikut ini yang paling penting:
Minyak Wangi: Minyak wangi adalah komponen inti penyebar aromaterapi dan menentukan jenis dan kualitas aromaterapi. Biasanya terdiri dari ekstrak tumbuhan alami (seperti minyak esensial) atau wewangian sintetis (seperti wewangian). Kualitas minyak atsiri secara langsung mempengaruhi daya tahan dan efek difusi aromaterapi.
Pelarut (Minyak Pembawa): Pelarut digunakan untuk mengencerkan minyak atsiri agar dapat berdifusi lebih baik. Pelarut yang umum termasuk minyak nabati (seperti minyak biji anggur, minyak jojoba) atau cairan yang mudah menguap lainnya. Pemilihan pelarut sangat penting untuk kecepatan difusi, pelepasan wewangian, dan daya tahan.
Alang-alang: Alang-alang merupakan komponen penting dalam penyebar aromaterapi. Mereka bertanggung jawab untuk menyerap minyak aromaterapi dari botol dan mengeluarkan aromanya ke udara. Bahan, ketebalan, jumlah dan panjang buluh akan mempengaruhi efek difusi aromaterapi. Bahan buluh yang umum termasuk buluh alami, bambu atau kertas.
Wadah (botol): Wadah harus mampu menampung minyak aromaterapi dengan aman dan menjaga kestabilan minyak. Biasanya wadahnya menggunakan bahan seperti kaca, keramik atau plastik. Botol kaca banyak digunakan karena penyegelannya dan tampilannya yang cantik, serta dapat mencegah minyak aromaterapi menguap terlalu cepat.
Fiksatif: Fiksatif adalah bahan kimia yang digunakan untuk memperpanjang daya tahan wewangian. Ini membantu mengurangi volatilitas minyak esensial dan menjaga aromanya tetap di udara lebih lama. Fiksatif umum termasuk resin alami, rempah-rempah, dll.
Aditif: Untuk meningkatkan kinerja diffuser aromaterapi, beberapa bahan tambahan kimia dapat ditambahkan, seperti antioksidan, pengawet atau pengental. Aditif ini membantu meningkatkan stabilitas produk, memperpanjang umur simpan, dan menjamin kualitas minyak aromaterapi.
Warna (opsional): Beberapa produk penyebar aromaterapi menggunakan pewarna untuk memberi warna tertentu pada minyak aromaterapi dan menyempurnakan desain tampilan. Pewarna tersebut umumnya aman, namun harus memenuhi standar lingkungan yang relevan.