Memastikan aroma itu lilin wangi tahan lama dan dirilis secara merata adalah kunci untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Berikut adalah beberapa metode dan strategi yang dapat membantu mencapai tujuan ini:
Mescese Wholesale Luxury Private Label Aroma Reed Diffuser dan Set Hadiah Lilin Beraroma
1. Optimalkan formula wewangian
Pilih wewangian berkualitas tinggi: Menggunakan minyak esensial berkualitas tinggi atau wewangian adalah dasar untuk memastikan bahwa wewangiannya tahan lama dan bahkan. Minyak esensial alami umumnya lebih tahan lama dan lebih stabil daripada wewangian sintetis.
Sesuaikan konsentrasi wewangian: Sesuaikan jumlah wewangian yang ditambahkan sesuai dengan jenis dan tujuan lilin. Secara umum, konsentrasi wewangian antara 6% dan 10% adalah kisaran yang ideal. Terlalu tinggi dapat menyebabkan wewangian terlalu kuat, dan terlalu rendah mungkin tidak dilepaskan untuk waktu yang lama.
Gunakan wewangian majemuk: Menggunakan kombinasi beberapa wewangian dapat meningkatkan pelapisan dan kegigihan wewangian. Misalnya, menggabungkan nada atas (seperti jeruk), nada tengah (seperti bunga) dan catatan dasar (seperti wewangian kayu) memungkinkan aroma itu secara bertahap terungkap selama proses pembakaran.
2. Pilih lilin yang tepat
Jenis lilin: Lilin yang berbeda memiliki daya dukung yang berbeda dan efek pelepasan pada wewangian. Misalnya:
Lilin kedelai: Memiliki retensi aroma yang baik, melepaskan aroma secara merata saat terbakar, dan ramah lingkungan dan tanpa asap.
Coconut Wax: Memiliki tekstur halus, dapat melepaskan aroma lebih baik saat terbakar, dan cocok untuk lilin wangi kelas atas.
Lilin parafin: memiliki biaya yang lebih rendah, tetapi dapat menghasilkan asap saat terbakar, dan efek pelepasan aroma sedikit lebih buruk.
Titik lilin lilin: Penting juga untuk memilih titik leleh yang tepat. Lilin dengan titik leleh yang lebih rendah (seperti lilin kedelai) biasanya melepaskan aroma lebih baik karena lebih mudah untuk menyebarkan aroma saat terbakar.
3. Optimalisasi proses pembuatan lilin
Lilin Panaskan: Sebelum menambahkan wewangian, panaskan lilin ke suhu yang sesuai (biasanya 60-70 ° C), lalu perlahan tambahkan aroma dan aduk secara merata. Ini membantu wewangian larut lebih baik dan didistribusikan secara merata.
Aduk merata: Setelah wewangian ditambahkan ke lilin, terus aduk sampai lilin mendingin hingga sekitar 40 ° C. Ini memastikan bahwa wewangian tidak mengendap, dengan demikian mencapai pelepasan yang seragam.
Kontrol Kecepatan Pendinginan: Perlahan pendinginan lilin dapat menghindari presipitasi atau stratifikasi wewangian. Setelah menuangkan lilin ke dalam cetakan, biarkan dingin secara alami pada suhu kamar alih -alih mendinginkannya dengan cepat.
4. Seleksi dan perawatan sumbu lilin
Pilih Sumbu Lilin yang Kanan: Ketebalan dan bahan dari lilin akan mempengaruhi kecepatan pembakaran dan pelepasan wewangian. Secara umum, sumbu kapas adalah pilihan yang paling umum digunakan karena terbakar dengan mantap dan tanpa asap.
Pemangkasan Sumbu Lilin: Sebelum pencahayaan pertama, rapikan sumbu lilin menjadi sekitar 6mm. Ini memastikan bahwa nyala api berukuran sedang selama pembakaran dan menghindari api berlebihan yang menyebabkan wewangian menguap dengan cepat.
Pastikan bahwa sumbu lilin terpusat: selama proses pendinginan lilin, pastikan bahwa sumbu lilin selalu berpusat. Sumbu lilin yang miring dapat menyebabkan pembakaran yang tidak merata dan mempengaruhi pelepasan wewangian.
5. Penggunaan dan pemeliharaan lilin
Pertama -tama terbakar: disarankan agar pengguna membiarkan lilin terbakar cukup lama sampai permukaan lilin benar -benar meleleh saat menerangi untuk pertama kalinya. Ini memastikan bahwa lilin terbakar secara merata dalam penggunaan berikutnya, sehingga lebih baik melepaskan wewangian.
Hindari pemadaman yang sering: sering memadamkan dan menyalakan kembali lilin dapat menyebabkan wewangian menguap terlalu cepat. Disarankan agar pengguna terbakar untuk waktu yang lebih lama pada saat dibutuhkan.
Kondisi Penyimpanan: Simpan lilin di tempat yang sejuk dan kering tanpa sinar matahari langsung untuk mencegah aroma menguap saat tidak digunakan.